X
Beranda Tentang Superior SeriesCNC SeriesSafety Films Berita Video Foto Faq Kontak Garansi Dealer
Bahaya Sinar Ultraviolet dan Infra Red bagi Kesehatan

Indonesia, adalah negara di Asia Tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa, berada di antara daratan benua Asia dan Australia, berada di antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, dan juga merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, oleh karena itu, Indonesia memiliki iklim tropis dengan suhu hangat dan matahari bersinar hampir sepanjang tahun nya. Tak heran jika melindungi tubuh dari bahaya paparan matahari sangatlah penting. Karena paparan sinar matahari tak cuma berdampak buruk pada kulit, tapi juga mata.



Sinar ultraviolet atau yang biasa dikenal dengan istilah sinar UV merupakan salah satu bentuk sinar yang dihasilkan oleh paparan sinar matahari. Sinar UV ini merupakan sinar yang berasal dari matahari yang menembus atmosfer, dan masuk ke bumi. Walaupun tidak dapat terlihat, namun sinar UV ini dapat dirasakan oleh tubuh kita.


Sinar UV sendiri memiliki beberapa jenis, yaitu :


Sinar UV – A
Merupakan salah satu jenis sinar UV yang ternyata paling banyak menimbulkan radiasi. 95 % dari radiasi sinar ultraviolet yang masuk ke dalam atmosfer bumi merupakan jenis sinar UV – A. penelitian menunjukkan bahwa sinar UV – A memiliki kans yang besar sebagai penyumbang utama dari kerusakan kulit. Hal ini disebabkan karena radiasi dari sinar UV – A dapat menembus ke dalam lapisan kulit, yaitu lapisan dermis, dan berpotensi merusak sel di dalamnya.


Sinar UV – B
Memiliki kemampuan untuk merusak bagian dermis, dan tidak sampai menembus ke dalam dermis ataupun merusak sel – sel yang berada di dalam dermis. Seinar UV – B ini sifatnya tidak dapat menembus kaca, dan biasanya sebagian dari sinar UV – B sudah ditahan atau diblokir oleh atmosfer bumi.

Pada dasarnya, sinar UV – B memiliki manfaat untuk mengembangkan sintesa dari vitamin D di dalam tubuh. Namun demikian, sinar UV – B yang biasanya berada pada intensitas tertingginya pada pukul 10 hingga pukul 14 ini dapat menyebabkan beberapa bahaya pada tubuh ketika terpapar secara berlebihan.


Sinar UV – C
Merupakan jenis sinar ultraviolet yang paling berbahaya bagi tubuh. Namun demikian, sinar UV – C tidak banyak masuk ke dalam bumi, karena telah ditahan dan diserap oleh lapisan ozon pada bumi. Banyak sekali gangguan dan penyakit pada manusia yang disebabkan oleh sinar UV – C.


Inframerah (IR) merupakan radiasi dari elektromagnetik yang tidak terlihat mata biasa yang memiliki panjang gelombang sejauh 700 nm dan 1mn yang lebih luas dan panjang dari sebuah cahaya yang tertangkap oleh mata manusia. Uniknya ketika berada pada suhu yang panas panjang gelombang inframerah justru berkurang.


Beberapa Gangguan pada mata akibat paparan sinar ultraviolet dan Inframerah:


1. Pterigium dan pinguekula
Area konjungtiva atau lapisan tipis pelindung bagian putih pada mata bisa terkena imbas efek buruk sinar ultraviolet. Gangguan yang bisa muncul ialah pterigium dan pinguekula. Pterigium merupakan pertumbuhan jaringan fibrovaskuler di area konjungtiva. Pertumbuhan jaringan bisa semakin tebal dan membuat penglihatan terganggu. Gangguan ini biasa timbul pada orang yang sering beraktivitas di luar ruangan serta para peselancar sehingga gangguan mata ini juga dikenal dengan sebutan "surfer's eye". Meski hampir serupa, namun pinguekula berbeda dengan pterigium. Pinguekula merupakan bintik atau benjolan kekuningan di area konjungtiva. Biasanya, pinguekula muncul akibat paparan sinar matahari, debu, atau angin.


2. Photokeratitis dan keratopati
Ada dua gangguan akibat paparan sinar ultraviolet pada area kornea mata. Kedua gangguan itu di antaranya photokeratitis dan keratopati. Photokeratitis merupakan peradangan pada jaringan kornea. Kondisi ini mengganggu penglihatan lantaran adanya kekeruhan pada kornea. Selain photokeratitis, gangguan lain akibat paparan sinar ultraviolet adalah keratopati, kondisi adanya bengkak pada kornea mata.


3. Katarak kortikalis
Katarak merupakan kondisi umum dan natural yang dialami oleh orang berusia 60 tahun ke atas. Namun, bukan berarti katarak tak mungkin terjadi pada mereka yang berusia di bawah 60 tahun. Tria mengatakan, katarak bisa terjadi pada mereka yang belum menginjak usia 60 tahun jika terlalu banyak terkena paparan sinar ultraviolet. Keruhnya lensa berpengaruh terhadap masuknya cahaya pada mata. Katarak kortikalis dapat membuat penderitanya melihat benda seolah berbayang pada satu mata.


4. Degenerasi makular
Seperti halnya lensa mata, bagian retina juga dapat mengalami degenerasi karena faktor usia. Pada retina, kondisi ini disebut degenerasi makular. Degenerasi makular merupakan gangguan penglihatan yang tidak dapat diperbaiki. Penderitanya bisa kehilangan penglihatan akibat kerusakan macula atau bagian tengah retina.


Gangguan pada kulit akibat paparan sinar ultraviolet dan Inframerah:


1. Kemerahan pada kulit
Sinar uv Bahaya sinar ultraviolet yang pertama adalah memberikan efek pada kulit. Secara umum, sinar ultraviolet, terutama sinar UV – B dapat menimbulkan gejala kemerahan pada kulit. Hal ini merupakan suatu bentuk iritasi kulit yang terpapar sinar ultraviolet. Biasanya gejala ini juga disertai rasa gatal pada bagian kulit yang memerah.


2. Kulit terasa seperti terbakar
Selain mengalami gejala kemerahan pada kulit, sinar ultraviolet juga dapat membuat kulit memiliki gejala seperti terbakar. Hal ini biasanya disebabkan oleh paparan sinar UV – B.


3. Dapat menimbulgan eritema
Eritema merupakan kondisi dimana kulit kaki mengalami kemerahan dan bengkak. Hal ini disebabkan oleh paparan sinar UV – B pada tubuh anda.


4. Dapat memicu pertumbuhan sel kanker
Paparan sinar UV dapat menimbulkan terjadinya kerusakan fotokimia pada DNA dari sel – sel yang berada di dalam tubuh. Hal ini akan memicu terbentuknya kanker, terutama kanker kulit pada manusia. Untuk itu kita harus berhati – hati dengan bahaya dari sinar ultraviolet.


5. Radiasi sinar UV –A yang menembus dermis dapat merusak sel kulit
Selain penyakit dan gejala – gejala yang muncul karena radiasi, sinar ultraviolet dapat menembus lapisan dermis kulit dan menyebabkan terjadiya kersakan – kerusakan pada sel – sel yang berada di lapisan dermis kulit.


6. Kulit dapat kehilangan elastisitas
Paparan sinar ultraviolet dapat menyebabkan elastisitas kulit yang berkurang. Hal ini disebabkan oleh paparan sinar UV – A, yang dapat menembus bagian dermis kulit dan dapat merusak sel – sel yang berada pada dermis. Hal ini membuat elastisitas kulit menjadi berkurang.


8. Kerutan pada bagian kulit
Salah satu hal yang paling umum menjadi gejala – gejala sinar ultraviolet yang mengenai tubuh anda adalah munculnya kerutan – kerutan pada bagian kulit. Kerutan – kerutan pada kulit merupakan salah satu efek samping dari hilangnya dan berkurangnya elastisitas kulit, yang disebabkan oleh paparan sinar UV – A.


9. Kanker Kulit
Bahaya sinar UV yang paling dikhawatirkan adalah efeknya terhadap kanker kulit sama halnya seperti akibat jarang mandi. Salah satu yang paling bertanggung jawab terhadap kanker kulit, setidaknya ada beberapa jenis kanker kulit yang penyebab utamanya adalah sinar UV. Sinar matahari di siang dan sore hari sangat riskan untuk merusak kulit. Sel-sel kulit dapat memburuk terkena sinar matahari ini.


Bahaya dari Radiasi Sinar Matahari ini ada bermacam-macam, terutama pada kesehatan kulit dan mata, oleh karena nya PT. Tiga Corak Umum menghadirkan produk Vision Window Film yang sudah dilengkapi dengan technologi UV400 + Nano Ceramic yang mana dapat memberikan penolakan panas serta penolakan radiasi UV secara maksimal.



Sumber : detik.com, halosehat.com

Informasi Kontak
PT. Tiga Corak Umum

Jalan Meruya Illir Raya No. 63
Meruya, Kembangan
Jakarta Barat 11620
Mobile : +62 878 7891 3558
Email : info@visionwindowfilm.com

Office Hour :Monday - Friday ( 08.30 - 16.30 WIB ),
Saturday ( 08.30 - 14.30 WIB )
Ikuti Kami
Layanan Purna Jual
Vision Superior Series

SUPERIOR IR & UV Protection - VISION SUPERIOR Series adalah kaca film dengan performa maksimal, sangat layak menjadi solusi kaca film otomotif / kendaraan / mobil, kaca film rumah, dan kaca film gedung anda. Mampu menolak panas hingga 99%, dan mampu menolak sinar Ultra Violet berbahaya hingga 400 nm.

© 2019 Vision Window Film. All rights reserved.